JUDUL - HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, yaitu ketika kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah tidak ada lagi. Dengan pendeteksian dan penanganan dini, penderita HIV tidak akan naik kelas menjadi AIDS.
Konsultsai & Pemesanan
CALL CENTRE : 0823 1658 6098 / WhatsApp KLIK DISINI
Menurut data WHO yang tercatat, pada akhir 2015 terdapat 36.7 juta penderita HIV di seluruh dunia. Dari angka tersebut, sebanyak 18.2 juta penderita telah mendapatkan pengobatan antiretroviral. Di akhir 2015, pertumbuhan pengidap baru mencapai 2.1 juta orang.
Sedangkan, menurut UNAIDS, pada 2015 terdapat 690 ribu pengidap HIV. Sebanyak 250 ribu di antaranya adalah wanita berusia 15 tahun ke atas. Sedangkan, jumlah anak-anak dan remaja pengidap HIV tercatat sebanyak 17 ribu orang. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang, yang menyebabkan 110.000 anak usia 0-17 tahun menjadi yatim-piatu.
Penyebaran HIV
HIV dapat ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Namun, HIV tidak dapat tersebar melalui keringat atau urine. HIV termasuk virus yang rapuh, tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.
Umumnya, penyebaran virus HIV terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Cara penyebaran lainnya termasuk:
- Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, pada saat proses melahirkan atau menyusui.
- Melalui seks oral.
- Melalui penggunaan alat bantu seks yang dipakai bergantian.
- Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
- Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi.
Gejala HIV
Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap:
- Tahap pertama adalah serokonversi, yakni periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai - - berkembang untuk melawan virus.
- Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala HIV yang muncul.
- Tahap yang ketiga merupakan tahap akhir infeksi HIV.
JUDUL
Tahap Pertama
Orang yang terinfeksi virus HIV akan mengalami sakit mirip seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan. Kemudian, setelah kondisi tersebut, HIV dapat tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Fase ini disebut sebagai serokonversi.
Gejala HIV yang paling umum terjadi adalah:
- Demam
- Tenggorokan sakit
- Muncul ruam
- Pembengkakan noda limfa
- Diare
- Kelelahan
- Nyeri otot dan sendi
Tahap Kedua
Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun. Dalam periode ini infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala.Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Pengidap akan tetap merasa sehat. Bahkan, ia bisa saja sudah menularkan infeksi kepada orang lain. Tahap ini dapat berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.
Tahap Ketiga
Tahap ini disebut juga sebagai tahap HIV simtomatik. Apabila pengidap HIV tidak mendapat penanganan tepat, virus akan melemahkan tubuh dengan cepat. Pada tahap ketiga ini, pengidap lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini dapat berubah menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).
Berikut adalah gejala-gejala HIV yang muncul:
- Demam terus menerus lebih dari sepuluh hari
- Merasa lelah setiap saat
- Sulit bernapas
- Diare parah
- Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, dan vagina
- Muncul bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang
- Hilang nafsu makan sehingga berat badan turun drastis
- Penyakit mematikan yang dengan mudah menyerang penderita AIDS antara lain kanker, pneumonia, dan TB. Pada tahap ini, pengobatan HIV tetap dilakukan.
Penyebab HIV
Umumnya, penyebaran virus HIV yang terjadi di negara Indonesia adalah melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular.
Semua orang berisiko terinfeksi HIV. Namun, beberapa penyebab HIV, antara lain:
- Hubungan seks tanpa kondom, baik sesama jenis kelamin maupun heteroseksual.
- Sering membuat tato atau melakukan tindik, dengan alat yang tidak steril.
- Berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit kelamin
- Suntikan Narkoba
- Berhubungan seksual dengan pengguna narkotika.
Komplikasi dari HIV/AIDS
Jika Anda juga memiliki AIDS, Anda mungkin memiliki beberapa komplikasi kondisi yang cukup parah, seperti:
1. Infeksi
Infeksi kuman lain bisa terjadi lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan. Adapun berbagai infeksi yang biasanya muncul yaitu tuberkulosis, infeksi sitomegalovirus, kriptokokus meningitis, toksoplasmosis, dan cryptosporidiosis.
2. Kanker
Orang yang mengalami AIDS juga bisa terkena penyakit kanker dengan mudah. Jenis kanker yang biasanya muncul yaitu kanker paru-paru, ginjal, limfoma, dan sarkoma Kaposi.
3. Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi paling umum yang muncul saat seseorang mengidap HIV. Pasalnya, orang dengan HIV/AIDS tubuhnya sangat rentan terkena virus. Oleh sebab itu, tuberkulosis menjadi penyebab utama kematian di antara orang dengan HIV/AIDS.
4. Sitomegalovirus
Sitomegalovirus adalah virus herpes yang biasanya ditularkan dalam bentuk cairan tubuh seperti air liur, darah, urin, air mani, dan air susu ibu. Sistem kekebalan tubuh yang sehat akan membuat virus tidak aktif.Namun, jika sistem kekebalan tubuh melemah karena Anda mengidap penyakit HIV dan AIDS, virus dapat dengan mudah menjadi aktif. Sitomegalovirus dapat menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, paru-paru, atau organ lain.
4. Candidiasis
Candidiasis adalah infeksi yang juga sering terjadi akibat HIV/AIDS. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan menyebabkan lapisan putih dan tebal pada selaput lendir mulut, lidah, kerongkongan, atau vagina.
5. Kriptokokus meningitis
Meningitis adalah peradangan pada selaput dan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Meningitis kriptokokal adalah infeksi sistem saraf umum pusat yang bisa didapat oleh orang dengan penyakit HIV/AIDS. Kriptokokus yang disebabkan oleh jamur di dalam tanah.
Diagnosis HIV dan AIDS
Mendiagnosis infeksi virus HIV biasanya akan dilakukan dengan tes darah. Ini adalah cara yang paling memungkinkan untuk dokter memeriksa sekaligus menentukan apakah Anda terinfeksi HIV atau tidak. Keakuratan tes tergantung pada waktu kapan paparan terakhir HIV. Misalnya kapan terakhir kali berhubungan seks tanpa kondom atau berbagi jarum suntik. Jika Anda pernah melakukan berbagai tindakan yang berisiko terkena Human Immunodeficiency Virus, Anda bisa saja benar terinfeksi virus HIV/AIDS.
Oleh karena itu, lebih baik melakukan tes HIV untuk mengetahui status kesehatan Anda. Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk antibodi Human Immunodeficiency Virus muncul pada tes HIV.Jika hasil tes Anda positif (reaktif), tandanya Anda memiliki antibodi HIV dan memiliki infeksi penyakit tersebut. Meski positif HIV, namun belum berarti Anda juga memiliki AIDS.
Pengobatan Dengan Herbal De Nature
Jika Anda sudah mencoba semua obat antibiotik dan alami diatas namun tidak kunjung sembuh, kami De Nature Indonesia menyediakan obat herbalnya yang sudah terbukti bisa menyembuhkan dan tidak ada efek samping.JUDUL
Kami memberikan solusi atasi penyakit yang anda derita menggunakan obat khusus untuk penyakit HIV dari De Nature Indonesia.Segera Obati penyakit anda sebelum menyerang organ tubuh yang lain dan semakin susah disembuhkan jadi anda juga tak perlu khawatir karena Obat Herbal De Nature yang kami produksi ini berbahan 100% herbal jadi aman dan tanpa efek samping.
De Nature Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Obat Tradisional (OT) dari dalam Negeri, yang mencoba mengangkat dan menghidupkan kembali Budaya Nenek Moyang kita Yaitu Jamu Tradisional sebagai salah satu warisan leluhur budaya bangsa yang perlu dilestarikan.
Sebagai upaya pencegahan dini, dimana sebelumnya jika seorang terinfeksi, tidak dapat serta merta memulai terapi HIV konvensional (dalam bentuk konsumsi ARV ) sebelum kondisi pasien tersebut benar-benar melemah dengan nilai CD4 jatuh dibawah 300 dahulu. (karena ARV dinilai memiliki efek samping yang sangat tinggi jika seseorang memulai terlalu awal sebelum CD4 seseorang benar-benar turun).
Sekedar informasi untuk kenyamanan Konsumen, bahwa Produk dari perusahaan kami ini sudah memiliki:
- Ijin Resmi Perusahaan dari Kementerian Kesehatan
- Sudah memiliki Sertifikat ISO
- Ijin BPOM, yang artinya sudah lulus uji stabilitas Produk
- Sertifikat Halal MUI, sehingga kehalalannya bisa dipertanggung jawabkan
- Apoteker Yang berpengalaman
- Sudah melewati Proses Sortir Bahan Baku, Guna Menjaga Mutu Produk
- Proses Produksi Sesuai Alur CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik Dan Benar)
Cara Pemesanan
De Nature telah sangat berpengalaman dan profesional dalam memberikan pelayanan, pesanan anda di jamin aman dan sampai ke alamat anda, karena De Nature telah melayani pemesanan via Online sejak tahun 2009 dan Alhamdulillah sampai saat ini sebagian besar masyarakat telah memberikan kepercayaan pada kami ( De Nature ). Untuk Ongkir menyesuaikan daerah/ kota yang di tuju/yang akan di kirim.
Kami menjamin produk dikirimkan sampai alamat anda via Tiki, JNE, J&T atau Pos. Garansi 100% uang kembali bila paket terkendala dan tidak sampai alamat. Kami De Nature menerima pemesanan dan mengirimkannya ke seluruh daerah di Indonesia dan ke berbagai negara lain. Dengan kata lain, bertransaksi dengan kami De Nature dijamin aman dan tidak ada bentuk penipuan apapun. Selain itu obat herbal dari De Nature indonesia sudah mempunyai sertifikat halal MUI,Sertifikat Higienis BPOM dan Sertifikat ISO 9001-2015.
Terima kasih telah berkunjung ke website kami semoga anda cocok menggunakan produk kami karena kepuasan anda adalah perioritas utama kami di samping materi dan popularitas kami sendiri. Salam sehat dari kami De Nature Indonesia.



Komentar
Posting Komentar